MENINGKATNYA TINGKAT KEMISKINAN KELUARGA DARI DAMPAK COVID 19
Krisis ekonomi global saat ini akibat wabah virus Corona atau pandemi Covid-19, kegiatan logistik, pariwisata dan perdagangan merupakan sektor yang memperoleh dampak besar dari wabah virus Corona. Hal ini diakibatkan larangan sejumlah pemerintah untuk melakukan perjalanan ke luar negeri dan penutupan beberapa sektor pariwisata akibat dari kurangnya wisatawan mancanegara.
Dampak sektor perdagangan, khususunya ekspor dan impor, bahan baku dan barang modal. Produksi turun, barang langka dan harga barang terus meningkat sehingga menimbulkan inflasi. Kenaikan harga barang yang disertai penghasilan yang menurun merupakan kondisi fatal daya beli masyarakat. Sebagian bahan baku untuk industri di Indonesia sendiri masih dipasok dari China yang mengalami kendala produksi akibat karantina di sejumlah daerah untuk membendung pandemi Covid- 19.
Tidak ada seorang pun yang menyangka dengan cobaan yang sedang dihadapi, Allah SWT telah berikan cobaan seperti pandemi Covid-19 yang sudah merambat ke seluruh dunia. Sebagai umat Muslim dan Mukmin harus waspada oleh karenanya hampir setiap waktu harus sudah baca atau menginggat, QS Al-Baqarah (2): 155 yang artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” Perubahan terbesar diperkirakan
Di zaman ini banyak manusia mengeluh dengan perekonomian, Tidak seharusnya mengeluh sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT telah berikan kepada kita selama ini. pertumbuhan ekonomi dikeluarga sangat menurun mengakibatkan perekonomian keluarga semangkin kritis. Dampak ekonomi dari pandemi ini memiliki efek dramatis pada kesejahteraan keluarga. Bagi keluarga yang rentan, hilangnya penghasilan akan berakibat pada meningkatnya kemiskinan, anak-anak yang akan mendapat asupan gizi lebih sedikit, dan berkurang akses kesehatan untuk hal-hal di luar COVID-19.
Tragedi penghasilan manusia, ada dampak ekonomi langsung akibat hilangnya nyawa dalam suatu pandemi. Keluarga dan orang-orang tersayang tidak hanya kehilangan penghasilan tapi kontribusi dalam bentuk lain seperti menurunnya lapangan perkerjaan, dan tidak adanya orang yang merawat anak-anak saat orang tua sedang bekerja.
Meski kecenderungan meninggal akibat COVID-19 lebih rendah, banyak orang yang kerja dan jatuh sakit dan keluarga lain akan merasakan beban finansial akibat ketidakhadiran saat berkerja. Teruskan berbuat kebaikan dan jagalah kesehatan karena bagi kesehatan tubuh sangat penting
Tidak ada komentar