Term of reference
PERANCANG TOR
Latar Masalah : Putri Hasanah
Angle : Selti Monica
Narasumber. : Silvia
Daftar Pertanyaan : Alfit Syairani
Observasi Lapangan : Sella Merlia
Rancangan Foto : Anzirah Qalby
Riset Data : Muliani
Pembagian Tulisan/Cerita/Story:
Asnayati
Radiana Putri Ayu
Sania Turrahmah
Nurmala
Topik :
Menelisik Wisata Hutan Mangrove Kota Juara Api Awards 2018 Dan Penunggunya.
Latar Belakang :
Mangrove Adalah Wisata Hutan Bahari Yang Ada Di Kota Langsa,Wisata Ini Cukup Terkenal Bahkan Sampai Ke Luar Daerah, Setiap Hari Libur Jumlah Wisatawan Selalu Meningkat, Khususnya Wisatawan Luar Langsa,Namun Sayangnya Wisatawan2 Itu Sering Mengeluh Bahwa Mereka Kerap Kali Diganggu Monyet Yang Ada Dihutan Mangrove Itu,Monyet Itu Selalu Mengambil Makanan Yg Dibawa Pengunjung. Namun Sampai Saat Ini Belum Ada Pihak Keamanan Yang Mengawasi Monyet2 Tersebut Di Mangrove.
Latar Masalah :
Pengunjung Hutan Mangrove
Banyak Pengunjung Yang Diganggu Si Penunggu Yaitu Monyet
Bagaimana Monyet Tersebut Bisa Mengganggu
Bagaimana Keamanan Untuk Menertibkan Monyet Tersebut
Angel :
Tentang hutan wangrove langsa yang menang ajang API Award,dan bagaimana habitat monyet yg dirusak dan menyebabkan monyet menggangu para pengunjung/wisatawan,serta alasan mengapa pemerintah tetap menjadikan hutan mangrove tempat wisata walaupun mereka tau bahwa mereka akan merusak habitat monyet.
Narasumber :
Para pengunjung wisatawan & penjaga mangrove langsa.
Observasi Lapangan :
Alasan Mengapa Hutan Mangrove Di Langsa Layak Dikunjungi Wisatawan. Karena Lokasi Ini Pas Untuk Sarana Edukasi Anak Sekolah Dasar Hingga Mahasiswa Dengan Koleksi Jenis Bakau Yang Begitu Beragam & Dari Monyet-Monyet Yg Bergantungan. Kawasan Ini Juga Dijadikan Sebagai Lokasi Foto Wajib Oleh Wisatawan. Pemandangan Disekitar Hutan Mangrove Ini, Mulai Dari Jalan, Jembatan Dan Pedagang Di Sana Sangat Instagenic.Yang Sangat Menarik Disepanjang Perjalanan Dari Kota Langsa Menuju Hutan Mangrove Ini Wisatawan Dapat Menikmati Kampung Nelayan, Dengan Rumah Panggung Dan Sampan-Sampan Kecil.
Daftar Pertanyaan :
siapa nama narasumber?
Berasal dari mana narasumber?
Tujuan datang ke mangrove untuk apa?
Bagaimana perasaan narasumber tentang hutan mangrove?
Apakah narasumber nyaman berada di hutan mangrove ini?
Bagaimana menurut narasumber tentang monyet2 disini?
Menurut narasumber sudah benarkan membuat wisata yg notabennya telah merusak habitat monyet ini?
Apa saran2 dari narasumber utk mangrove kota langsa ini
Sudut Pandang :
Sudut Pandangnya Mangrove Adalah Wisata Bahari Yang Banyak Dikunjungi Wisatawan Terutama Wisatawan Luar Daerah,Namun Dibalik Itu Banyak Kejadian2 Kurang Baik Yang Dialami Wisatawan
Rancangan Foto :
Riset data :
Menurut data dari daerah setempat, tempatnya kurang tepat untuk di buat tempat rekreasi karena megaggu tempat kehidupan monyet monyet yang ada 2 setelah berdiri bangunan diatas manggrove itu membuat monyet merasa kehilangan tempat berteduh dn monyet mengangu penggunjung. Dan monyet ini mengagangu karena pengunjung membawa makanan.
Pembagian Tulisan/Cerita/Story: Asnaiyati, Radhiayana Putri Ayu MS, Putri Hasanah, Saniaturrahmah, Nurmala
Senin, 13 Januari 2020
Penulis | Editor: Asnaiyati
LANGSA – Selain pantai, gunung, dan tempat- tempat peninggalan bersejarah, negeri yang digelar dengan serambi mekkah ini juga memiliki satu tempat wisata alam yang tidak kalah cantik dan menariknya, yaitu hutan mangrove namanya.
Lokasinya berjarak sekitar lima kilometer dari kota langsa, aceh. bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ketempat ini, mereka bisa berperjalan dengan menggunakan kendaraan roda empat, maupun roda dua. karena, jalan menuju hutan mangrove lebih kurang, sama seperti jalan Raya.
Dalam perjalanan, para wisatawan dapat menikmati berbagai pemandangan indah dari kampung nelayan. mulai dari rumah- rumah panggung yang dibangun berderetan di atas perairan, sampan- sampan kecil tersusun rapi berderetan, serta pemandangan hijau nan sejuk terpampang nyata didepan mata, ditambah dengan suara kicauan burung- burung nan merdu terdengar jelas ditelinga. tempat wisata ini tidak hanya diburu oleh para wisatawan aceh saja, akan tetapi para wisatawan asing pun sudah sering berkunjung kesini. hal inilah yang membuat hutan mangrove di sebut- sebut sudah berskala internasional.
Alasan mengapa hutan mangrove banyak dikunjungi wisatawan ? yaitu, karena lokasi di kawasan tempat wisata ini sangat pas untuk dijadikan sebagai sarana edukasi anak sekolah dasar hingga mahasiswa , dengan koleksi jenis bakau yang beragam jenisnya.
“Kami ke hutan mangrove langsa untuk membuat penelitian tentang berbagai jenis akar sekaligus untuk liburan juga. kami ditempat wisata ini nyaman sih, ngak ada masalah dengan monyet- monyetnya. karena di padang pun banyak monyetnya, jadi kami tidak masalah dengan keberadaan monyet-monyetnya.” Ujar Jodi, Salah satu pengunjung dari padang saat diwawancara, Senin (13/1/20).
Selain itu, hutan mangrove juga memiliki beragam tempat unik nan cantik. seperti jembatan melengkung berwarna coklat yang berada di atas perairan yang terbuat dari kayu dengan ukiran yang sangat cantik, menara tinggi yang dibangun lengkap dengan tangga vertikalnya supaya para pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan mangrove dari ketinggian yang terlihat indah dan menawan.
Jembatan yang di cat dengan warna hijau muda terkesan mendukung suasana sekitaran hutan, melalui jembatan tersebut para pengunjung dapat mengelilingi area hutan, jembatan beton yang di cat putih yang di desain cantik, ayun-ayunan unik yang terbuat dari rotan, desain bunga yang berukuran besar berwana pink yang biasa digunakan pengunjung untuk berfoto dengan menggunakan baju ala- ala korea lengkap dengan payungnya, serta spidermen yang siap untuk menemani para pengunjung untuk berselfi.
Hutan mangrove, selain menjadi tempat wisata, juga menjadi tempat atau habitat bagi beberapa satwa lokal, seperti, monyet, biawak, ular, udang, kepiting, dan ikan yang bisa menjadi hiburan tersendiri bagi para pengunjung yang menikmatinya.
Tragedi di Balik Keindahan
Wisata Hutan Mangrove Langsa
Minggu, 12 Januari 2020
Penulis | Editor : Radhiana Putri Ayu Ms
LANGSA - hutan mangrove merupakan salah satu tempat destinasi wisata alam yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Selain itu, panorama alam yang disajikan juga sangat indah dan masih sangat alami.
Disana para wisatawan local maupun asing bisa berakrab dan bermain dengan kawanan monyet yang loncat dari satu pohon kepohon lain,serta ada yang ikut berjalan dipagar- pagar jembatan hutan mangrove.
Namun, di balik keindahannya, tempat wisata ini ternyata juga mempunyai sebuah tragedi yang tidak menyenangkan. Seperti yang dirasakan oleh salah seorang pengunjung wanita,yang tiba-tiba tas sandang yang ia pakai dan hand phonenya dirampas oleh sekumpulan monyet di area hutan mangrove tersebut.
“Saya sangat kaget ketika saya lihat ternyata yang menarik tas saya adalah sekumpulan monyet, awalnya saya juga sempat saling tarik menarik tas tersebut dengan monyet hingga seekor monyet lainnya menyerang saya dengan cara mencakar area tubuh saya. yang dicakar yaitu bagian paha dan bokong. Ujar Nafsiah (22) Salah satu pengunjung.
Penyerangan ini terjadi sebab para kawanan monyet kelaparan, dikarenakan kurangnya bahan makanan yang disediakan sedangkan monyetnya bisa dibilang berjumlah banyak. sambungnya.
Sejak kejadian itu pengelola hutan mangrove langsa menghimbau agar para wisatawan harus tetap berhati-hati dan jangan terlalu dekat dengan para kawanan monyet. serta tidak membiarkan anak-anak berjalan jauh tanpa didampingi orangtuanya.
Minggu, 12 Januari 2020
Penulis | Editor: Nur mala
LANGSA - Hutan mangrove sekarang sudah menjadi tempat wisata buruan banyak kalangan, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa untuk menghabiskan libur maupun bersantai bersama keluarga, kerabat, pacar, dan sebagainya.
Disana pengunjung akan diajak mengelilingi area hutan mangrove dengan berjalan diatas jembatan terbuat dari kayu yang di cat dengan warna hitam, dan jembatan beton yang di cat dengan warna hijau muda, sambil mlihat ribuan pepohonan hijau yang tumbuh di rawa- rawa dan sekumpulan monyet yang ada di area hutan mangrove, Minggu (12/1/20).
Namun seiring berjalannya waktu, monyet-monyet tersebut membuat pengunjung resah, dikarenakan mereka mulai mengganggu para pengunjung. mulai dari mengambil barang-barang pengunjung hingga melukainya.
Dimana keamanannya?
Seharusnya keamanan di hutan mangrove lebih di perhatikan, karena itu menyangkut keselamatan dari nyawa seseorang. kenapa hal ini bisa terjadi? kemana pengamannya? apa kerjanya?
Banyak pengunjung yang mengeluh atas kejadian tersebut karena mereka kurang nyaman, seharusnya petugas lebih memperhatian keamanan dan lebih memperdulikan keselamat pengunjung, agar pengunjung merasa nyaman saat berada di tempat tersebut. sebagai pengaman yang baik harus bisa membuat pengunjung tidak ketakutan dengan keberadaan monyet-monyet yang menganggu mereka dan sampai melukai mereka.
“Pengamanannya ada tetapi cuma didepan aja, jadi kalau ada pengunjung yang barang- barangnya di ambil monyet maka sipengunjung harus segera melapor kedepan. jadi orang yang di depan itu nantik yang akan masuk untuk mengambil dompet- dompet yang di ambil monyet tersebut. Ujar Spidermen di Hutan Mangrove, Senin (13/1/20).
Saya disini bekerja hanya untuk menghibur anak- anak dan berfoto dengan pengunjung bukan untuk memberikan pengamanan bagi pengunjung dan disini saya bekerja tidak digaji melainkan ikhlas untuk menghibur jadi tergantung dari si pengunjungnya atau seikhlas mereka, sambungnya.
Senin, 13 Januari 2020
Penulis | Editor : Saniaturrahmah | Putri hasanah
LANGSA - Sekarang ini, tempat wisata hutan magrove semakin diburupara wisatawan. namun, semakin berkembangnya tempat wisata ini, sekarang timbul isu-isu baru yang mengatakan bahwa tempat wisata hutan magrove merusak habitat monyet. Karena jumlah spesies monyet di hutan magrove Langsa, semakin lama semakin berkurang, yang di sebabkan oleh ketersedian stok makanan yang semakin menipis. Sehingga monyet-monyet tersebut mengganggu para pengunjung yang membawa masuk makanan ketika berkunjung ke tempat wisata tersebut.
Apakah benar???
“Sebenarnya tidak ada masalah membangun tempat wisata di tempatyang notabennya adalah habitat monyet, karena disini memang bagus, pemandangannya pun indah. tempatnya juga sejuk, akan tetapi mungkin pihak pengelolanya aja yang perlu menambah atau meningkatkan pengamanannya lagi di setiap sudutnya. Ujar Ica (21), Salah satu pengunjung, Senin (13/1/20).
Jika di tinjau dari berbagai sisi, sebanarnya wisata hutan magrove di kota langsa notabennya tidak merusak habitat monyet seperti yang diisukan sebelumnya. karena habitatnya tetap terjaga selain itu, magrove malah menyediakan efek positif kepada masyarakat dalam menunjang geliat ekonomi kreatif di daerah itu. dengan demikian maka masyarakat yang awalnya hanya pengangguran dengan adanya tempat wisata ini maka mereka bisa membuka usaha di area tempat wisata tersebut nantinya.
Tidak ada komentar