Breaking News

Sekretaris Umum KAMMI kota Langsa Menghadiri Muswil XI di Banda Aceh




 M. Vahrin Vieri sekretaris umum dari KAMMI kota Langsa yang merupakan alumni dari Universitas Samudera (Unsam)  mewakili KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) kota Langsa untuk menghadiri Muswil (Musyawarah Wilayah) XI yang berlangsung di kota Banda Aceh dengan tema yang diusung “Menjaga Nafas Gerakan dengan Transisi Kepemimpinan dan Revitalisasi Kekuatan Iman.” Acara berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 02-03 November 2019.  
            M. Vahrin Vieri menjelaskan bahwa acara Muswil tahun ini diawali dengan agenda seminar kebangsaan di Aula Mahkamah Syariah Aceh, komplek keistimewaan, kota Banda Aceh yang membahas tentang menangkal paham Radikalisme dan Komunisme dengan mengundang panglima Iskandar Muda yang diwakili oleh Kolonel Inf. Kosasih, SE.
Adapun Pesan dari Kolonel Inf. Kosasih, SE kepada seluruh mahasiswa. “Jangan pernah berhenti belajar hingga akhir hayatmu, generasi muda itu unsur penting dalam pemerintahan. Sebagai agen pembawa perubahan, maka tanggungjawab dan peran mahasiswa/generasi muda disegala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pancasila dan amanat UUD 1945.”
Musyawarah Wilayah XI (Muswil XI) dilaksanakan dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan 2 tahun kepengurusan Kammi (kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Wilayah Aceh. Juga menjelaskan program-program yang akan dilaksanakan oleh KAMMI Aceh. Acara ini dialihkan ke Gedung LPTQ Banda Aceh. Peserta Muswil XI Aceh berasal dari beberapa kota/kabupaten di Aceh seperti Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan,Gayo, Langsa, Aceh Utara dan Aceh Tenggara.
Adapun program-program yang ingin diupayakan untuk diterapkan, “hasil dari pembahasan muswil ini kami ingin menyampaikan gagasan bahwasanya kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan terutama di Aceh itu sendiri, kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin yang berasal dari mahasiswa yang dimana memiliki dasar-dasar agama dan pondasi keagamaan yang kuat, bukan hanya pemimpin-pemimpin yang berasal dari generasi, tetapi pemahaman agamanya itu tidak ada. Atau lebih cenderung ke arah liberal, Jadi kita ingin melahirkan mahasiswa yang kedepannya bisa mengisi ke segala lini pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip Islam, amanah, tidak korupsi, dan tidak nepotisme. Ujar M. Vahrin
Pihak yang menyelengarakan yaitu Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI Aceh). (Mauliza Tulrizka)





Tidak ada komentar